Saatnya Ucapkan Selamat Jalan
Apa kabarmu sobat? Saat kata tak lagi wakili kebersamaan kita, saat tegus sapa mungkin hanya terucap lewat doa.Hanya sedikit memori samar yang tetap berputar dan berputar yang kerap menyambangi saat pembicaraan ringan diwarung kopi.Pembicaraan yang telanjangi tetang betapa konyolnya kebersamaan kita dulu.
Rahman…… kuingat kau selalu kawan, kuingat betapa lugunya engkau renangi lautan sabang tanpa sadari bahwa engkau tak mahir berenang. Kuingat kelakar anak-anak sabang yang menyorakimu bule ketika engkau menenteng ransel dan sebuah gitar ketika kita lewati perkampungan mereka. Kuingat bagaimana kesombongan kita menapaki jalanan balohan menuju kekota sabang dengan perut kosong hanya tuk buktikan kata-kata yang terlanjur kita ludahkan.
Razi… kuingat kekonyolanmu arungi banjir tuk jumpai dia dengan celana putih tembus pandang yang
Selamat jalan kawan………………………

Di-up-date blog ini, kenapa?
Masa didiamkan begini saja, Kopjen?
Comment by AlexC — September 30, 2007 @ 12:04 am