Manusia 1 : Wak bangun wak…. dah mau imsak tu !
Manusia 2 : gerhhhhhh….ia
sang manusia 2 pun bangun dengan mata tetap tertutup, lalu dengan gaya malasnya dia menyambit nasi bungkus yang terhidang didepannya.dengan gaya slowmotion tu bungkus nasi dibuka secara paksa.. lalu tanpa perlu dicuci tu tangan yang tadinya yang baru dipergunakan untuk menggaruk pantat sewaktu tidur digunakan untuk menjemput nasi genggam demi gengam yang langsung dihantarkan kedalam mulut..
Manusia 1 : Wak cuci muka ma tangan dulu biar enak makannya…
Manusia 2 : tetap dengan gaya malas lalu menjawab “males ah.. keburu sadar ntar… yambung tidurnya jadi ngak enak”
Manusia 1 : Dasar!!!!
Manusia 2 : zzzzzzzzzzzzz….zzzzzzzzzzz
Kondisinya sudah terlelap dengan tangan masih berlumuran sisa-sisa makanan.
Apa kabarmu sobat? Saat kata tak lagi wakili kebersamaan kita, saat tegus sapa mungkin hanya terucap lewat doa.Hanya sedikit memori samar yang tetap berputar dan berputar yang kerap menyambangi saat pembicaraan ringan diwarung kopi.Pembicaraan yang telanjangi tetang betapa konyolnya kebersamaan kita dulu.
Rahman…… kuingat kau selalu kawan, kuingat betapa lugunya engkau renangi lautan sabang tanpa sadari bahwa engkau tak mahir berenang. Kuingat kelakar anak-anak sabang yang menyorakimu bule ketika engkau menenteng ransel dan sebuah gitar ketika kita lewati perkampungan mereka. Kuingat bagaimana kesombongan kita menapaki jalanan balohan menuju kekota sabang dengan perut kosong hanya tuk buktikan kata-kata yang terlanjur kita ludahkan.
Razi… kuingat kekonyolanmu arungi banjir tuk jumpai dia dengan celana putih tembus pandang yang tanpa kau sadari menonjolkan kelelakianmu. Kuingat ketika kau mengitari kamar ajo dengan merangkak ketika kesadaran kita direnggut asap kenikmatan masa muda.Kuingat betapa wibawanya engkau ketika membayol pada junior kita ketika orbit dimulai.
Selamat jalan kawan!!!! Walau terlambat terucapkan setelah dua tahun lebih kemurkaan alam menjemputmu dari perputaran waktu dunia.
Selamat jalan kawan………………………